Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 9 April 2011, 20:14 WIB

Beliau adalah Mbah Warno. Juru masak sekaligus pemilik dari warung makan pecel “Baywatch” Mbah Warno di Dusun Semanggi, Desa Sembungan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

 

Selain rasa, keunikan dari pecel ini adalah penampilan Mbah Warno. Ya, beliau nyaman memasak dengan hanya menggunakan kutang. Itu sebabnya, para pelanggan setianya menyematkan nama “Baywatch” pada warung pecelnya itu.

 

Saat aku singgah di warung pecel Mbah Warno bulan Januari 2011 silam bersama kawan-kawan SPSS, aku menyempatkan diri untuk memotret Mbah Warno. Asal tahu saja Pembaca, aku sangat suka memotret suasana dapur Jawa klasik seperti yang ada di warung pecel “Baywatch” Mbah Warno ini. Tentu, aktivitas memasak yang Mbah Warno lakukan tidak boleh luput dari bidikanku.

 

motret mbah warno warung nasi pecel baywatch semanggi sembungan kasihan bantul dapur klasik jawa masak

 

Pada kesempatan ini, aku banyak mengolah warna foto lebih lanjut menjadi hitam-putih. Aku bukan penggemar fanatik fotografi hitam-putih. Melainkan, aku melakukan ini karena ada warna hijau di kebun yang menurutku menganggu komposisi warna di foto. Alhasil, mau tidak mau aku mengubah warnanya menjadi hitam-putih.

 

motret mbah warno warung nasi pecel baywatch semanggi sembungan kasihan bantul dapur klasik jawa masak

motret mbah warno warung nasi pecel baywatch semanggi sembungan kasihan bantul dapur klasik jawa masak

motret mbah warno warung nasi pecel baywatch semanggi sembungan kasihan bantul dapur klasik jawa masak

 

Teknis fotonya, aku menggunakan ISO 200 karena kondisi dapur yang agak temaram. Bukaan diafragma selebar mungkin (f/4, f/2.8, dst). Menggunakan D80 yang diatur ke mode A beserta lensa 18-135mm di panjang fokal 18mm. Sebenarnya aku ingin memakai lensa prime 35mm karena bukaan diafragmanya lebih lebar (f/1.8). Namun, sempitnya luas dapur akhirnya memaksaku untuk menggunakan lensa 18-135mm.

 

Memotret Mbah Warno yang sedang memasak, mengingatkanku akan kenangan saat eyang putriku masih hidup. Dari pengalamanku, masakan piyayi sepuh itu rasanya cenderung asin. Hmmm, apakah Pembaca juga mengalami hal serupa?

 

Walau begitu, rasa pecel “Baywatch” Mbah Warno tidak asin kok. Malah enaknya bukan main.

 

Nah, sudahkah Pembaca bersantap pecel "Baywatch" racikan Mbah Warno?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • MONDA
    avatar 3773
    MONDA #Minggu, 10 Apr 2011, 05:16 WIB
    Ketangkap spam ya, kok ilang
    weh? masak sih Bu?
  • ZEE
    avatar 3775
    ZEE #Minggu, 10 Apr 2011, 12:19 WIB
    Nice picture ya Wi.
    Kamera bagus di tangan yg tepat akan membuat hasil foto jadi lebih bagus
    lagi.
    hehehe, makasih Mak :D
  • BEJOKAMPRET
    avatar 3777
    BEJOKAMPRET #Senin, 11 Apr 2011, 18:55 WIB
    kalo ngepit nggendong kamera dslr po ra abot po wij ?
    yo abot lah yooo
  • SRIYONO
    avatar 3778
    SRIYONO #Selasa, 12 Apr 2011, 08:56 WIB
    kliatannya dulu dah pernah komen ya, kok ilang...
    mosok siy Kang?
  • DUTA
    avatar 3779
    DUTA #Selasa, 12 Apr 2011, 12:20 WIB
    boleh-boleh, namun kok hasilnya jadi terlalu gelap??
    hah iya po?
  • VIZON
    avatar 3793
    VIZON #Minggu, 17 Apr 2011, 11:27 WIB
    Eh iya, aku pernah berjanji mau ke situ, tapi kok belum kesampaian juga
    ya? Hmmm... sepertinya kudu dianter Wijna nih... Ayo Wij, kapan kita ke
    sana? :D
    Hahaha, kapan ya Uda :D
  • PEIN
    avatar 3845
    PEIN #Jum'at, 6 Mei 2011, 20:21 WIB
    Adoh.......... :P
    cen adoh....